Home » » makalah manajemen umum

makalah manajemen umum

Written By Olan on Friday, 27 December 2013 | 07:23

KATA PENGANTAR


Puji Syukur kehadirat ALLAH Yang Maha Esa.karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penyusun menyelesaikan tugas makalah MANAJEMEN UMUM dalam waktu yang telah di tentukan.
Maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu buku panduan mahasiswa dan mahasiswi khususnya di dalam mata kuliah MANAJEMEN UMUM.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan,baik dari segi pengetikan, maupun materi yang di sajikan oleh sebab itu, saran dan kritik dari semua pihak yang terkait sangat di harapkan.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya. Tidak lupa pula penyusun haturkan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kata-kata yang salah dan tidak sesuai.



Matang, 1 Desember 2011

muklis

P e n y u s u n




DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A.Latar Belakang
B.Tujuan
Bab II Pembahasan
A.Penting Pengorganisasi
B.Pembagian Kerja
C.Pengorganisasian dan Struktur Organisasi
Bab III Penutup
A.Kesimpulan
B.Saran
Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Sturktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Sturktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi atau orang-orang yang menunjukkan kedudukan , tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja , standarlisasi ,koordinasi , sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan atau besaran satuan kerja.
Pengorganisasian dalam konteks perubahan social menjadi titik strategis yang harus menjadi perhatian dengan seksama. Keberhasilan mencapai titik perubahan akan sangat ditentukan oleh pengorganisasian. Tanpa suatu pengorganisasian yang kuat, memadai dan sistematis maka perubahan social hanya akan bergantung pada niat baik kekuasaan, pasar politik atau situasi lain yang tidak pasti. Satu-satunya factor yang menentukan bahwa sebuah gerakan akan tetap berjalan pada relnya dan dapat mencapai tujuannya adalah pengorganisasian yang dipandu oleh kepemimpinan dan garis politik yang memihak kepada rakyat.
Pengorganisasian tidak mengabdi pada dirinya sendiri. Dengan kata lain, pengorganisasian bukan untuk pengorganisasian itu sendiri tetapi untuk mengembangkan apa yang disebut sebagai daya tekan (kekuatan rakyat)Secara substansi, pengorganisasian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis rakyat sekaligus menyiapkan lapisan social baru bagi tatanan baru yang hendak diciptakan.
Pengorganisasian adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan .Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
Dalam kehidupan nyata orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan bersama , yang dilakukan adalah kegiatan menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional atau biasa disebut dengan istilah Organisasi. Organisasi dalam hal ini bisa terdapat pada badan usaha , instansi pemerintah , lembaga pendidikan , militer , kelompok masyarakat atau suatu perkumpulan olahraga.
Kata Organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional , seperti organisasi perusahaan , rumah sakit , perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.


B.Tujuan
 Membangun dan mengembangkan kesadaran kritis rakyat dalam melihat persoalan-persoalan yang menghambat pencapaian keadaan yang lebih baik dan adil.
 Mendorong/mengembangkan organisasi yang menjadi alat dalam perjuangan kepentingan rakyat
 Melakukan usaha-usaha yang mengarah pada perbaikan keadaan dalam kapasitas yang paling mungkin dan kalkulasi kekuatan yang cermat serta melalui pentahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap-tahap perkembangan
 Membangun kontak dengan orang atau kelompok yang dinilai layak dan bakal mendukung pekerjaan lebih lanjut.
 Melakukan pendidikan sesuai kebutuhan dan tingkatan bagi pengembangan kesadaran kritis dari kontak person/kelompok tersebut

BAB II
PEMBAHASAN


A. Penting perorganisasian

Pengorganisasian adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya. Keberhasilan manajer mengelola organisasi tergantung pada kemampuannya menentukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan anggota organisasi untuk mencapai tujuan. Proses pengorganisasian menjadi sedemikian penting karena merupakan proses multi langkah (Ernest Dale) sebagai berikut :
1) Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan.
Setelah tujuan ditetapkan, penentuan tugas organisasi secara keseluruhan diarahkan untuk mencapai tujuan.
2) Membagi beban kerja ke dalam aktivitas yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang dan sekelompok orang.Pekerjaan di dalam organisasi harus dibagi secara tepat di antara anggota organisasi, artinya tiap orang mendapat tugas sesuai kualifikasi untuk pelaksanaan tugas tersebut dan tidak ada beban pekerjaan yang terlalu berat atau ringan.

3) Mengkombinasikan pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien.Perkembangan organisasi berarti adanya tambahan pekerjaan dan karyawan, maka perlu dilakukan pengelompokan karyawan yang tugasnya saling berkaitan.




4) Penetapan mekanisme organisasi untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis.Timbulnya konflik dalam organiasasi karena beragamnya pekerjaan dalam kelompok karyawan memerlukan ditetapkannya mekanisme koordinasi yang akan mengarahkan aktivitas anggota organisasi secara keseluruhan.

5) Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektifitas.Pertumbuhan dan perubahan organisasi menuntut adanya penyesuai terhadap srtuktur organisasi untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas operasional organisasi.


B.Pembagian Kerja

Pembagian Kerja adalah Upaya untuk menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan (yang telah disusun dalam proses perencanaan) yang mungkin saja bersifat kompleks menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik tersebut.

Kadangkala Pembagian Kerja dinamakan dengan Pembagian Tenaga Kerja, namun lebih sering digunakan Pembagian Kerja karena yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan orangnya.

Contoh dari Pembagian Kerja misalnya Pembagian Kerja dalam Bisnis Restoran, pembagian kerja dapat berupa pembagian kerja untuk bagian dapur, pelayanan pelanggan di meja makan, kasir, dan lain sebagainya.




C.Pengorganisasian Dan Struktur organisasi

Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan di antara anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif. Hal ini menyangkut pembagian pekerjaan yang harus diselesaikan dan mengkoordinasikan hasil-hasil diantara pekerjaan tersebut. Proses pengorganisasian adalah usaha untuk menyeimbangkan kebutuhan organisasi terhadap stabilitas dan perubahan.
Pengorganisasian adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya. Keberhasilan manajer mengelola organisasi tergantung pada kemampuannya menentukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan anggota organisasi untuk mencapai tujuan.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dalam mengelola organisasi berdasarkan unsur spesialisasi, standardisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Struktur organisasi juga mengandung pengertian sebagi system atau jaringan kerja dari tugas-tugas, pelaporan relationship dan komunikasi yang menghubungkan pekerjaan individual dan kelompok. Penstruktural kembali atau restructuring mengacu pada perubahan dari sebuah struktur organisasi dalam usahanya meningkatkan kinerja.
Dalam struktur organisasi terdapat komponen sebagai berikut :
Divisi kerja: posisi dan nama yang menunjukkan tanggung jawab kerja.
Supervisor relationship: Garis yang menunjukkan seseorang harus melapor kepada siapa.
Saluran komunikasi: Garis yang menunjukkan saluran komunikasi formal.
Sub unit utama: Posisi pelaporan pada manajer yang pada umumnya dilakukan.
Tingkatan-tingkatan manajemen: Tingkatan manajemen secara vertikal yang terlihat.

Dalam setiap organisasi terdapat dua jenis organiasasi yaitu organisasi itu sendiri sebagai organiasasi formal, organisasi yang mempunyai tujuan, struktur dan pola hubungan yang teratur melalui manajemen. Organisasi informal yaitu organisasi yang mempunyai tujuan dan pola hubungan yang fleksibel dengan keanggotaan yang tidak jelas. Organisasi informal dapat sangat membantu dalam meyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan selama manajer bisa memahami dan mengendalikan organisasi informal yang ada, sebab organisasi informal memiliki kelemahan seperti timbulnya kepentingan-kepentingan yang bertentangan diantara anggota organisasi informal dengan perusahaan (kelompok yang terdiri dari karyawan bagian tertentu, kelompok para manajer dan lain-lain).
Stoner dan Wankell Membatasi bahwa struktur organisasi adalah: "Susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu Perkumpulan"
Gibson dan kawan-kawan menekankan bahwa struktur bertalian dengan hubungan pekerjaan dalam suatu organisasi. Hubungan yang pasti tersebut timbul dari proses keputusan sebagai berikut:
1. Pembagian kerja (division of labor)
Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas.
2. Departementalisasi (Departementalization)
Yaitu pengelompokan kegiatan-kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya dimana diantara pengelompokan kegiatan tersebut tetap terjalin koordinasi dan kerjasama.
3. Permasalahan rentang kendali (span of control)
Konsep dasar manajemen dimana manajer atau supervisor hanya dapat mengelola secara efektif sejumlah bawahannya secara langsung.

4. Delegasi kekuasaan (delegation of authority)Yaitu pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan/kemampuan bawahan.
Unsur-unsur Struktur Organisasi terdiri dari:
1. Spesialisasi kegiatan
2. Standarisasi kegiatan
3. Koordinasi kegiatan
4. Sentralisasi dan Desentralisasi pembuatan keputusan
5. Ukuran satuan kegiatan

Kelompok Kerja Formal:
1. Pembagian kerja
2. Menejer dan bawahan atau rantai perintah
3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4. Pengelompokan segmen pekerjaan
5. Tingkat manajemen

Organisasi mempunyai tiga tipe utama kelompok-kelompopk kerja formal yaitu:
1. Kesatuan tugas khusus (task forces)
2. Panitia:
*. tetap (standing committess) disebut juga panitia struktural.
* tidak tetap (ad hoe)
3. Dewan (boards) dan komisi

tujuan dibentuknya panitia manajemen adalah untuk mengkoordinasikan dan mempertukarkan informasi, memberi saran manajemen, atau bahkan membuat keputusan sendiri.










BAB. III
P E N U T U P


A.Kesimpulan
Pengorganisasian adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya. Keberhasilan manajer mengelola organisasi tergantung pada kemampuannya menentukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan anggota organisasi untuk mencapai tujuan.
Struktur organisasi merupakan mekanisme formal dalam mengelola organisasi berdasarkan unsur spesialisasi, standardisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Struktur organisasi juga mengandung pengertian sebagi system atau jaringan kerja dari tugas-tugas, pelaporan relationship dan komunikasi yang menghubungkan pekerjaan individual dan kelompok. Penstruktural kembali atau restructuring mengacu pada perubahan dari sebuah struktur organisasi dalam usahanya meningkatkan kinerja.

B.S a r a n
Penyusunan makalah ini dapat dianggap cukup,namun masih diperlukan tambahan perbaikan – perbaikan untuk menghasilkan makalah yang lebih baik lagi dan lengkap.
Adapun saran dari penyusun adalah perlu adanya perbaikan – perbaikan tambahan dari pembaca untuk kesempurnaan dalam pembuatan makalah ini,selain itu pula hendaknya pembaca perlu mengetahui manajemen serta mengimplementasikannya di setiap organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

1) Francis, Ronald D., Ethics pengorganisasian, an Australian Handbook, UNSW Press,2000
2) Northcott, Paul H, Ethics and the Accountant : Case studies, Prentice Hall of Australia, 1994 atau edisi revisi
3) IAI, Kode Etik Akuntan Indonesia, Prosiding Kongres VIII IAI, 1998
4) IAI KAP, Aturan Etika Profesi Akuntan Publik
5) AICPI, Code of Professional Conduct
6) Aturan Etika IAI Kompartemen-kompartemen diluar IAI KAP
7) Sony Keraf. Struktur organisasi : Tuntutan dan Relevansinya, Kanisius, 1998 atau terbaru
8) Ketut Rinjin, manajemen umum, Gramedia Pustaka Utama Jakarta 2004
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © 2014. Olan Arsyad